Minggu, 11 Maret 2012

Jaringan Otot (Praktikum histo II)

BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot menyebabkan suatu organisme maupun menggerakkan organ dalam organisme tersebut. Di dalam otot terdapat protein kontraktil yang membuat otot dapat berkontraksi. Jaringan otot bertanggungjawab untuk pergerakan tubuh.
Jaringan otot menyusun 40 % hingga 50 % berat total tubuh manusia dan tersusun atas serabut-serabut otot. Jaringan otot sebagian besar terdiri atas sel-sel yang berbentuk serabut-serabut dengan ukuran panjang bervariasi dan dapat dikatakan tidak mengandung matriks. Sel-sel tersusun dalam berkas-berkas yang dibungkus jaringan pengikat. Jaringan otot mempunyai daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat menyusut sampai separuh atau sepertiga panjang normal. Jaringan otot pada dasarnya juga mengandung jaringan ikat yang biasanya menyelubungi otot. Jaringan otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu jaringan otot lurik, otot polos dan otot jantung.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum kali ini yaitu :
1.   Mempelajari ciri-ciri jaringan otot
2.   Membandingkan struktur histologis jaringan otot rangka, otot jantung dan otot polos


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Otot berperan dalam pergerakan organ tubuh. kemampuan otot untuk berkontraksi disebabkan oleh adanya serabut kontraktil. serabut kontraktil ini tersusun atas filamen atau benang aktin dan miosin (Gerrit, 1988).
Rangsangan suatu otot mengakibatkan kontraksi semua myofibril bersama-sama sampai tingkat maksimal. Ini dikenal sebagai hukum semua atau sama sekali tidak (all or none). Untuk beberapa waktu telah diketahui bahwa kontraksi itu (sebagian) tergantung pada terdapatnya ion kalsium dalam sarkoplasma yang mengelilingi myofibril. Akan tetapi sebelum ditemukan retikulum sarkoplasma  dan system T, peranan kalsium ini tidak jelas.  Rangsangan pada serat otot mngakibatkan polarisasi permukaan dengan cepat, yang kemudian meluas ke bagian dalam seratnya melalui tubula dari system T (Anonimous, 2012).
Jaringan otot juga terdiri atas sel-sel panjang yang berkontaksi ketika mendapat impuls saraf. Tersusun dalam susunan parallel di dalam sitoplaasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan myosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu makhluk hidup yang aktif (Campbel, 2006).
Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut myofibril. Adanya myofibril menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Pada penampang melintang otot lurik tampak tersusun sebagai pita-pita yang sejajar, inti banyak  dan terletak pada bagian perifer di bawah sarkolema. Myofibril otot lurik mengandung keping gelap dan terang secara bergantian dan tampak sebagai garis-garis gelap terang. Diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar yang disebut endomesium (Anonimous, 2011).
Sifat kerja otot dapat dibedakan atas dua, yaitu antagonis dan sinergis, antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), abductor (menjauhi badan) dan adductor (mendekati badan), depressor (ke bawah), elevator (ke atas), supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), sifat kerja yang kedua yaitu sinergis dimana otot-otot yang berkontraksi menimbulkan gerak searah, contohnya pronator teres dan pronator kuadratus (Anonimous, 2012).
Sel otot disebut juga serat-serat otot. Serat otot mengandung filamen (benang) aktin dan miosin yang merupakan protein kontraktil yang memungkinkan otot memendek dan memanjang. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif. Jaringan otot tersusun atas sel-sel membujur dengan inti tampak jelas batasnya dan miofibril. Miofibril tersusun atas protein kontraktil yang terdapat di sepanjang sel dan tampak jelas pada otot rangka dan otot jantung. Batas antara sel otot terlihat jelas karena adanya sarkolema. Sarkolema adalah lapisan membran yang mengelilingi sel otot (Lim, 1998).
Jaringan otot, jaringan ini sebagian besar terdiri atas sel-sel yan berbentuk serabut-serabut dengan ukuran panjang bervariasi. Dapat dikatakan tidak mengandung matriks. Sel-sel tersusun dalam berkas-berkas yang dibungkus jaringan pengikat. Jaringan otot mempunyai daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat menyusut sampai separuh atau sepertiga panjang normal. Jaringan otot terbagi atas otot serat lintang, otot polos, otot jantung (Fahn, 1974).
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot  diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Jaringan otot bertanggungjawab untuk pergerakan tubuh, terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan konstraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). Di dalam sitoplasmanya ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang bejalan menurut panjang serabut otot. Pada beberapa jenis otot, miofibril terdiri atas lempeng-lempeng terang dan gelap secara bergantian. Semua segmen gelap letaknya bersesuaian, demikian pula dengan segmen terangnya. Miofibril tersusun atas protein-protein kontraktil yaitu aktin dan miosin (Anonimous, 2011).
Menurut Anonimous (2011), jaringan otot memiliki fungsi sebagai penggerak. Jaringan otot terbagi atas tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :
1.        Otot Polos (otot viscelar)
Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) atau involuntary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti: lambung dan usus.
2.        Otot Lurik (otot rangka)
Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan
3.        Otot Jantung (otot cardiak)
Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak ditengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari).


BAB III
METODOLOGI

A.   Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu :
Hari/Tanggal        :      Kamis/01 Maret 2012
Pukul                   :      13.00 WITA s/d selesai
Tempat                 :      Lab. Biodiversity Jurusan Biologi FMIPA UNTAD

B.   Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu :
a.    Alat
1.    Mikroskop
b.    Bahan
1.        Jaringan otot jantung
2.        Jaringan otot lurik
3.        Jaringan otot polos

C.   Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja dalam praktikum kali ini yaitu :
1.    Menyediakan preparat yang akan diamati
2.    Mengamati preparat histologis di bawah mikroskop
3.    Mengenali setiap bagian preparat
4.    Menggambar hasil pengamatan pada buku gambar



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     Hasil Pengamatan
No.
Gambar
Keterangan
1.
Jaringan otot jantung
·      Saraf tak sadar
·      Rangsangan lambat
·      Tidak mudah lelah
Keterangan :
1.    Serat melintang
2.    Inti sel di tepi (banyak)

Perbesaran : 40 × 10
2.
Jaringan otot lurik
·      Saraf sadar
·      Rangsangan cepat
·      Mudah lelah
Keterangan :
1.    Serat melintang
2.    Inti sel di tepi (banyak)

Perbesaran : 40 × 10
3.
Jaringan otot polos
·      Saraf tak sadar
·      Rangsangan lambat
·      Tidak mudah lelah
Keterangan :
1.    Berbentuk gelendong
2.    Inti sel di tengah (satu)

Perbesaran : 40 × 10

B. Pembahasan

    Pada praktikum kali ini yaitu pengamatan terhadap jaringan otot untuk mengetahui struktur histologis dari jaringan tersebut. Pengamatan struktur histologis pada jaringan otot dengan menggunakan jaringan otot jantung, otot lurik dan otot polos.

      Hasil pengamatan struktur histologis jaringan otot jantung yaitu terdapat inti sel yang letaknya ditepi dengan jumlah lebih dari satu dan bentuk selnya bercabang. Hal tersebut telah sesuai dengan literatur yang menyatakan ciri khas otot jantung yaitu selnya bercabang-cabang, pada sel terdapat garis-garis gelap dan terang  seperti otot rangka dan pada sel terdapat garis-garis transversal yang  gelap dinamakan diskus interkalaris tengah (Junqueira, 1980).
Nama lain dari otot jantung yaitu myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter. Otot jantung berkontraksi secara tidak sadar, gerakan atau rangsangan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah. Kemampuannya berkontraksi secara ritmis dan secara terus-menerus sebagai akibat dari aktivitas sel otot jantung yang berpautan. Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lurik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari). Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.
Jaringan otot lurik berdasarkan hasil pengamatan struktur histologisnya terdapat inti sel yang letaknya ditepi dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki bentuk serat melintang. Hal tersebut telah sesuai dengan literatur yang menyatakan ciri khas otot lurik yaitu terdiri atas sel-sel yang panjang (panjangnya sampai 4 cm),  diameter 10-100 mm, serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir dan disebut serabut otot.  Sel otot merupakan sinsitium (gabungan sel dengan batas antar sel tidak jelas) dari beberapa sel (Junqueira, 1980).
Nama lain dari otot lurik yaitu otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter. Otot lurik berkontraksi menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan. Otot lurik terdiri atas berkas serabut, setiap serabut merupakan untaian berkas yang disebut myofibril. Setiap myofibril merupakan susunan linier sarkomer, unit dasar kontraktil otot. Otot ini disebut berlurik karena pengaturan subunit sarkomer pada myofibril yang bersebelahan membentuk pita-pita terang dan gelap. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras, contohnya otot lengan.
Hasil pengamatan struktur histologis jaringan otot polos yaitu terdapat inti sel tunggal yang letaknya ditengahnya dan seratnya berbentuk gelendong. Hal tersebut telah sesuai dengan literatur yang menyatakan ciri khas otot polos yaitu selnya pendek,  berbentuk gelendong/kumparan,  dengan ukuran panjang 30-200 mm dan diameter 5-10 mm dan setiap sel memiliki satu nukleus pipih yang terletak di tengah (Junqueira, 1980).
Nama lain otot polos yaitu otot alat-alat dalam, visceral, musculus nonstriated atau otot involunter. Otot polos berkontraksi tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Jaringan otot polos terletak di dalam dinding organ-organ dalam yang berongga seperti saluran-saluran pencernaan, pernapasan, ekskresi  dan  reproduksi.  Otot polos  dapat tersebar di dalam jaringan ikat tertentu seperti pada kelenjar prostat dan vesikulus seminalis.  Otot polos dapat berkelompok membentuk berkas otot kecil,  misalnya pada muskulus erektor pili di dalam kulit.

BAB V PENUTUP

A.  Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini yaitu :
1.    Jaringan otot terbagi atas tiga kelompok yaitu jaringan otot jantung, otot lurik dan otot polos.
2.   Jaringan otot jantung memiliki ciri khas yaitu selnya bercabang-cabang, berkontraksi secara tidak sadar, gerakan atau rangsangan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
3.   Jaringan otot lurik memiliki ciri khas yaitu terdiri atas sel-sel yang panjang, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir, berkontraksi menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan.
4.   Jaringan otot polos memiliki ciri khas yaitu terdapat inti sel tunggal yang letaknya ditengahnya dan seratnya berbentuk gelendong, berkontraksi tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.

B.     Saran

Disarankan dalam praktikum selanjutnya jumlah preparat yang disediakan lebih banyak, sehingga setiap kelompok dapat mengamati secara langsung, tidak perlu dilakukan penukaran data dan hasil yang diperoleh lebih maksimal.

0 komentar:

Poskan Komentar